
BANDAR LAMPUNG — Kegiatan pembelajaran di SMK Yadika Bandar Lampung diperpanjang untuk dilaksanakan secara daring hingga 10 September 2026. Kebijakan tersebut berkaitan dengan kondisi lingkungan akibat adanya debu vulkanik dari aktivitas Gunung Krakatau.
Keputusan ini sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 100.3.4.1/01/2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Akibat Dampak Abu Vulkanik. Surat tersebut ditetapkan di Bandar Lampung pada 8 September 2026 dan ditandatangani oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Pembelajaran Dilaksanakan Secara Daring
Dalam surat edaran tersebut disampaikan bahwa satuan pendidikan di Provinsi Lampung diminta melakukan penyesuaian kegiatan pembelajaran dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan serta dampak abu vulkanik.
Pembelajaran secara daring diperpanjang sampai 10 September 2026 sebagai langkah untuk menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik maupun tenaga pendidik.
Kebijakan tersebut mencakup berbagai jenjang satuan pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB.
Dengan adanya kebijakan ini, aktivitas pembelajaran tetap dapat berlangsung meskipun peserta didik tidak melaksanakan kegiatan belajar secara tatap muka di sekolah.
Sekolah Diminta Memperhatikan Kondisi Lingkungan
Surat edaran Gubernur Lampung juga mengatur agar satuan pendidikan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Apabila kondisi udara telah memungkinkan, kegiatan pembelajaran dapat disesuaikan kembali dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan kesehatan warga sekolah.
Selain itu, satuan pendidikan juga diimbau melakukan pengaturan kegiatan apabila terdapat kondisi lingkungan yang berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik.
SMK Yadika Bandar Lampung Tetap Mengutamakan Keselamatan Siswa
Sebagai satuan pendidikan di Kota Bandar Lampung, SMK Yadika Bandar Lampung turut mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah.
Perpanjangan pembelajaran daring menjadi salah satu langkah antisipatif agar proses pendidikan tetap berjalan sekaligus memberikan perlindungan kepada siswa, guru, dan seluruh warga sekolah dari dampak debu vulkanik.
Meskipun kegiatan pembelajaran dilakukan dari rumah, siswa diharapkan tetap mengikuti kegiatan belajar sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh sekolah.
Para siswa juga diimbau untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari sekolah terkait perkembangan situasi dan kebijakan pembelajaran selanjutnya.
Tetap Belajar dan Menjaga Kesehatan
Kondisi akibat debu vulkanik menjadi perhatian bersama. Karena itu, seluruh warga SMK Yadika Bandar Lampung diharapkan tetap menjaga kesehatan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Pembelajaran daring bukan berarti kegiatan pendidikan berhenti. Justru, kegiatan belajar dari rumah menjadi bagian dari upaya agar proses pembelajaran tetap berjalan dalam situasi yang membutuhkan kewaspadaan.
SMK Yadika Bandar Lampung mengajak seluruh siswa untuk tetap semangat belajar, mengikuti pembelajaran daring dengan disiplin, serta menjaga kesehatan dan keselamatan selama kondisi lingkungan belum sepenuhnya normal.
